Bulan ini

Ku melayang dalam heningnya malam

menatap sebuah panggung di antara bintang

membuat sebuah drama yang tidaklah nyata

menganggap diriku raja.

Bulan purnama kedua pun hadir

Di bulan yang sepi ini

Seperti sejarah itu

Janji rantai itu kini pun Hancur

Kutersenyum tapi sakit

Akankah rantai hancur itu

menjadi penghalang ku seperti halnya rantai itu mengikat.

Sepi

Sepi

Aku sendiri

Ditemani hati kecilku ini

Ku ingin ditemani, diajak berdialog

Tak diacuhkan

Kini ku bagaikan sebuah gunung es

Yang terasing di kutub diri

Mentaripun tak menyapa

Berkata hai dengan sinarnya

Kini kubagaikan keindahan alam yang tak terusik

Yang mungkin tak dapat dilukiskan

Dalam kanvas leonardo

Dan kini ku hanya dapat bernyanyi

Tanpa didengar tanpa ditemani

Bagaikan suara hati yang tercekik

Oh malam berbahagialah di malam sunyi ini

Kau ditemani bintang dan bulan

Yang membuat kau indah

Sehingga kegelapanmu terlupakan

21st

21 tahun hidup di dunia

ternyata hidup gw ngga sesepi yang gw pikir…..

yah walaupun yang ngucapin ultah tuh bisa diitung jari…

tapi hal itu tidak menjadi ukuran sih…..

terima kasih buat sahabat2 gw yang gw kira lupa ternyata sih inget…..

buat sahabat2 gw yang masih rela menjadi sahabat gw…..

thx banget

The Candle and Mirror

Saat ini terasa aneh, ku ingin menulis
Tapi ada yang menghalangi
Inspirasiku membuatku bingung
Apa yang sebenarnya ingin ku tulis
Terlalu banyak masalah dan memori
Kutahu itu wajar tetapi sampai saat ini menutup segalanya
Sehingga ku terbiasa merasakannya
Menjadi dingin keras tak tergugah
Begitu banyak yang menggugah
Tetapi
Dia telah menjadi gunung es yang tak tergugah
Akibat musim dingin yang dihadirkannya sendiri
Tetapi semua itu lucu
Keadaan ini terkadang ku nikmati
Walau terkadang membuatku termenung
Termenung akan kenangan yang ku alami sejak waktu itu
Waktu yang jelas tidak ku mengerti
Mengapa dia menghasiakan gunung es ini
Tetapi yang lalu sudahlah berlalu
Ku harus melihat kedepan
Akankah ku dapat menghancurkan
Bukan
Melainkan melelehkan gunung es ini
Gunung es yang dingin, beku, keras selama ini
Ku ingin tertawa, tetapi apa
Mungkinkah perlu sebuah obor?
Ah tidak
Apa mungkin api unggun?
Tidak juga
Apa mungkin Matahari?
Itu juga tidak perlu
Yang ku perlukan hanyalah
Sebuah lilin kecil yang hangat dan indah
Mungkinkah ku dapatkan
Mungkin tidak
Dengan apa yang ada didiriku saat ini
Yang bagiku lucu
Karena Gunung es ini pintar membuat scenario
Mengatur kejadian
Membuat sebuah latar
Atau seorang Aktor yang bagus
Itu semua dapat membuat dia mendapatkan apa saja
Tetapi ada sebuah benda yang tak dapat dia miliki
Apakah itu
Ya ! Sebuah Cermin
Cermin untuk member tahu siapa dia sebenarnya
Apa dia, bagaimana dia, apa yang dia inginkan
Dan segala tentang dia apa adanya
Benda ini dulu pernah ada
Tetapi
Pecah oleh dinginnya Sebuah Gunung es

Dua benda yang sederhana tetapi penuh makna bagiku
Sebuah lilin yang hangat dan indah
Sebuah Cermin jati diri
Yang saat ini tergantikan oleh
Sebuah gunung es yang menjulang tinggi

Yah sudahlah biarkan yang di Atas dan diriku sendiri yang mengaturnya

payah

payah

sumpah bener2 payah, masa blog di frendster gw ngga bisa kebuka

ngga lagi lagi deh nulis di blog itu lagi

kapok kapok, ilang deh tulisan gw……

sial….

Untuk Diriku

Untuk Diriku

dari dirimu

Maaf, kata yang pertama kali kuucap untukmu

ketika ku tak bekata apa apa waktu itu

dan ku hanya mampu menulisnya

Walaupun kurasa itu belum cukup untuk mewakili semuanya.

Dan kutahu yang ku lakukan untukmu

Ikhlas dari hatiku

Walaupun ku tak tahu apapun darimu

Yang terkadang menyesakanku.

Namun tetap ku lakukan semua ini

Untuk melihat mu bahagia

Tersenyum

Karena ku tahu kau tak tahu

Dan

karena hanya itu yang dapat

menahan sesak ini…

re write by Toso

Prolog

Mulai saat ini, blog ini akan menjadi tempat untuk menuangkan semua karya dan pikiran…..