The Candle and Mirror

Saat ini terasa aneh, ku ingin menulis
Tapi ada yang menghalangi
Inspirasiku membuatku bingung
Apa yang sebenarnya ingin ku tulis
Terlalu banyak masalah dan memori
Kutahu itu wajar tetapi sampai saat ini menutup segalanya
Sehingga ku terbiasa merasakannya
Menjadi dingin keras tak tergugah
Begitu banyak yang menggugah
Tetapi
Dia telah menjadi gunung es yang tak tergugah
Akibat musim dingin yang dihadirkannya sendiri
Tetapi semua itu lucu
Keadaan ini terkadang ku nikmati
Walau terkadang membuatku termenung
Termenung akan kenangan yang ku alami sejak waktu itu
Waktu yang jelas tidak ku mengerti
Mengapa dia menghasiakan gunung es ini
Tetapi yang lalu sudahlah berlalu
Ku harus melihat kedepan
Akankah ku dapat menghancurkan
Bukan
Melainkan melelehkan gunung es ini
Gunung es yang dingin, beku, keras selama ini
Ku ingin tertawa, tetapi apa
Mungkinkah perlu sebuah obor?
Ah tidak
Apa mungkin api unggun?
Tidak juga
Apa mungkin Matahari?
Itu juga tidak perlu
Yang ku perlukan hanyalah
Sebuah lilin kecil yang hangat dan indah
Mungkinkah ku dapatkan
Mungkin tidak
Dengan apa yang ada didiriku saat ini
Yang bagiku lucu
Karena Gunung es ini pintar membuat scenario
Mengatur kejadian
Membuat sebuah latar
Atau seorang Aktor yang bagus
Itu semua dapat membuat dia mendapatkan apa saja
Tetapi ada sebuah benda yang tak dapat dia miliki
Apakah itu
Ya ! Sebuah Cermin
Cermin untuk member tahu siapa dia sebenarnya
Apa dia, bagaimana dia, apa yang dia inginkan
Dan segala tentang dia apa adanya
Benda ini dulu pernah ada
Tetapi
Pecah oleh dinginnya Sebuah Gunung es

Dua benda yang sederhana tetapi penuh makna bagiku
Sebuah lilin yang hangat dan indah
Sebuah Cermin jati diri
Yang saat ini tergantikan oleh
Sebuah gunung es yang menjulang tinggi

Yah sudahlah biarkan yang di Atas dan diriku sendiri yang mengaturnya

« »

Tinggalkan Balasan